Regional

Pramugari Mia di Mata Sahabat: Mia Sosok yang Luar Biasa, Selalu Ada untuk Temannya

Pramugari Mia di Mata Sahabat: Mia Sosok yang Luar Biasa, Selalu Ada untuk Temannya

Ida Ayu Kade Widya kembali mengenang Mia Tresetyani Wadu. Perempuan yang akrab disapa Dayu merupakan teman seperjuangan Mia semasa di Bali hingga keduanya berhasil sukses menjadi awak kabin pramugari maskapai ternama di Indonesia. Meskipun bertugas sebagai pramugari di maskapai berbeda, namun persahabatan mereka tetap terjalin.

Ia bertugas di Maskapai Lion Air, sedangkan Mia di Maskapai Sriwijaya Air. Dayu turut terbang dari Jakarta ke Bali bersama teman sekamar Mia, yakni Srita, yang keduanya merupakan sahabat baik Mia. Baik Dayu maupun Srita sama sama terpukul atas kejadian yang menimpa sahabatnya itu.

Mereka merasa sangat kehilangan sosok Mia yang dikenal ceria, ramah dan peduli terhadap sesama itu. Mia, kata Dayu, bercita cita sama untuk menjadi awak kabin pesawat terbang. "Dulu kami satu SMA dan satu bangku, kita berdua sama sama bercita cita menjadi cabin crew," imbuhnya.

Menurut Dayu, kepergian Mia untuk selama lamanya membuat seluruh orang yang mengenal pasti merasa kehilangan. "Semua teman kehilangan," ucapnya. Dayu berdoa agar Mia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan pergi dalam damai.

"Semoga Mia mendapat tempat terbaik," tuturnya. Meskipun berbeda tempat tinggal di Tangerang, namun Dayu dan almarhumah Mia sering bertemu dan intens berkomunikasi melalui handphone. Terakhir, Dayu, Srita dan almarhumah Mia berjalan jalan di salah satu Curug di Bogor pada akhir tahun lalu.

Dayu mengaku sebelumnya tidak memiliki firasat apapun atas peristiwa memilukan ini. "Tidak ada firasat saya," ucap dia. Jenazah pramugari Mia telah diserahkan ke pihak keluarga.

Rombongan pembawa jenazah Mia tiba di kediaman Jalan Tukad Gangga, Gang Tirta Gangga, Panjer, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Rabu (20/1/2021) sore. Sebelumnya, pihak keluarga sebelumnya telah meminta kepada maskapai Sriwijaya Air untuk mengawal kepulangan jenazah Mia. Terutama secara khusus supaya jenazah Mia dikawal dua teman karib sekaligus teman sejawatnya, yakni Ida Ayu Kade Widya dan Srita.

Keputusan penjemputan jenazah Mia di Bandara Ngurah Rai Bali ini berdasarkan pertimbangan sejumlah faktor, salah satunya adalah masa pandemi Covid 19. "Saya sudah memastikan kepada pihak maskapai bahwa kami mohon untuk dikawal oleh teman sejawat yang juga teman karibnya, Dayu dan Srita, teman baiknya," ujar kerabat Mia, Yudi Irawan. "Dayu sama Srita dua teman baik yang selama ini ikut membantu proses di sana, memang mereka ada petugas khusus yang mendampingi update tentang informasi dari Mia," imbuhnya.

Pelayat yang hadir tetap mematuhi protokol kesehatan Covid 19. Setibanya di rumah duka, kedatangan jenazah Mia disambut isak tangis keluarga, kerabat dan rekan Mia. Selanjutnya, dilaksanakan ibadah penerimaan jenazah di rumah duka.

Jenazah Mia akan dimakamkan pada Kamis 21 Januari 2021, yang diawali dengan ibadah kebaktian di rumah duka. Jenazah Mia dikebumikan di Tempat Pemakaman Kristen Mumbul Nusa Dua. "Kami pihak keluarga, jasad saudara kami almarhumah Mia Tresetyani Wadu sudah berada di rumah kami dengan baik, kami akan menyerahkan semua kepada majelis GPIB Maranatha Denpasar," ujar salah satu perwakilan keluarga dalam sambutannya.

Kerabat Mia, Yudi Irawan, mengatakan sejatinya almarhumah Mia sudah memiliki rencana untuk pulang ke Bali pada tanggal 21 Januari 2021 untuk berlibur mengambil cuti Hari Raya Natal. Dan, pemakaman terhadap jenazah Mia juga rencananya akan dilakukan di hari yang sama, yakni 21 Januari 2021. Jenazah Mia akan dimakamkan di Taman Pemakaman Kristen Mumbul Nusa Dua, pada Kamis (21/1/2021) sekitar pukul 12.15 Wita.

"Dia ambil cuti, Natal (Mia) tidak pulang karena traffic penerbangan penuh, bagi dia mungkin mengutamakan tugas dan memilih pulang tanggal 21 Januari," sebutnya. "Biasanya Mia kalau di rumah, mengunjungi keluarga dan suka bertemu dari teman TK sampai SMA nya," ujar Yudi Yudi mengaku, tidak menyangka atas musibah ini.

Meskipun demikian keluarga besar mencoba tabah dan ikhlas atas kepergian Mia. "Siapapun tidak menginginkan kejadian seperti ini, intinya keluarga besar Mia tabah dan ikhlas. kami bangga Mia meninggalkan kami dalam tugasnya itu yang membuat keluarga besar kami bangga, walaupun kami kehilangan keceriaan dari Mia," tutur dia.

Share this post

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published.