Kenali Demam pada Anak dan Penanganannya Ala SehatQ

Demam pada anak adalah satu diantara tanda jika badannya melakukan perlawanan pada kuman yang menjangkiti. Masalah kesehatan ringan ini kerap kali mengakibatkan sang kecil kehilangan keceriaannya dan menghalangi proses tumbuh berkembangnya apabila berkelanjutan, terutamanya di umur balita. Walau termasuk masalah kesehatan yang enteng, demam yang dialami perlu tetap perlakuan yang benar terlebih bila demam tidak juga turun sesudah penanganan awal. Ini karena demam tinggi yang tak kunjung membaik dapat menjadi satu diantara tanda-tanda dari masalah kesehatan yang lebih serius atau menjadi penyebab masalah kesehatan yang lain.

Bila anak alami demam yang cukup parah, pastilah ini akan mengganggu kegiatan anda juga. Karena itu Penting ketahui Apa saja direktori penyakit demam.

Demam umumnya terjadi saat:

  • Influenza
  • Infeksi aliran pernapasan
  • Infeksi aliran cerna
  • Infeksi telinga
  • Infeksi aliran kencing
  • Penyakit virus yang lain seperti demam berdarah
  • Tumbuh Gigi
  • Sesudah Imunisasi

Penanganan demam pada anak

Saat sebelum bawa si kecil ke dokter, ada banyak cara penanganan demam pada anak yang dapat Anda usahakan untuk membuatnya berasa lebih nyaman. Berikut Enam di antaranya.

 

1. Banyak minum air

Pada keadaan normal, menjaga kandungan cairan pada tubuh adalah hal penting. Ditambah lagi, saat anak sedang demam. Mendorong si kecil agar semakin banyak minum air sebagai salah satunya usaha untuk menangani demam tak perlu ke dokter.

 

2. Melakukan Kompres

Langkah alami ini umum dikerjakan sebagai perlakuan pertolongan pertama untuk menangani demam pada anak. Kompres air hangat di semua lipatan dan permukaan tubuh, seperti bawah lengan, selama 10 – 15 menit. Jauhi mengompres dengan air dingin atau memakai kipas angin untuk turunkan temperatur badannya, karena ini beresiko menyebabkan masalah kesehatan lain.

 

3. Pakai baju yang tipis

Dengan begitu, anak bisa keluarkan panas secara mudah lewat kulitnya. Jika anak mulai menggigil, beri selimut tipis.

 

4. Pakai acetaminophen (paracetamol) atau ibuprofen

Untuk turunkan temperatur badan. Dosis paracetamol dan ibuprofen disamakan berdasar berat badan anak. Ibuprofen dipakai jika umur anak lebih dari enam bulan.

Pemberian ibuprofen pada anak yang berumur kurang dari enam bulan harus di bawah pengawasan dokter.

Supaya anak lebih gampang dan ingin minum obat, pilih yang berupa sirop. Janganlah lupa selalu untuk ikuti saran penggunaan yang tercantum pada kemasan obat.

 

5. Hindari Memaksakan Anak Makan

Tidak boleh memaksakan untuk makan karena demam pada anak umumnya berpengaruh pada berkurangnya selera makan. Coba siasati dengan memberikannya susu sebagai alternatif makanan. Jauhi memberikannya teh manis, karena kandungan cafein dalam teh dapat percepat evaporasi cairan pada tubuh.

 

6. Beristirahat cukup

Sesudah mendapatkan perawatan dan minum obat, umumnya anak mulai berasa lebih baik dan kembali aktif. Tapi, sebaiknya orangtua perlu pastikan anak memperoleh waktu beristirahat cukup sampai keadaannya betul-betul sembuh serta temperatur badannya turun.

 

Kapan harus ke dokter?

Jika demam tidak turun dan berjalan lebih dari 3 hari, selekasnya membawa ke dokter untuk dicheck dan dapat selekasnya memperoleh penanganan yang tepat saat sebelum tanda-tanda makin parah.

Demam pada anak memang lebih umum terjadi dibandingkan ke orang dewasa. Ini lumrah mengingat mekanisme ketahanan tubuh anak yang masihlah dalam proses perkembangan. Anda sebagai orang tua pasti dapat mengerti realita ini. Tetapi, tidak boleh cemas. Dengan pengetahuan yang cukup akan tanda-tanda dan langkah penanganan demam pada anak, Anda pasti dapat berupaya yang terbaik untuk menghindarinya dan mengatasinya sejak dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *